Rabu, 30 April 2014

The Expert One.

Akhir-akhir ini gue kepikiran sebuah statement...
"walaupun lo suka sama sesuatu dalam waktu yang lama, belum tentu lo tau luar-dalemnya dengan baik."

Kesimpulan yang gue tarik dari pernyataan itu adalah, walaupun dari SD lo udah suka sama novel, misalnya, belum tentu lu bisa bikin novel yang baik ala lo sendiri dengan cerita yang bagus dan semua orang bakal suka. Sama kaya film, lagu, video blog, dan lain-lain. Jadi kayanya kalo mau bikin tuh lo harus obrak abrik dan gali segala hal yang berhubungan dengan objek kesukaan lo itu, lalu terapkan ke dalam karya lo, biar hasilnya bagus dan disukai. Dan bakal tambah keren kalo lo bisa memasukkan ciri khas lo.

Alhasil gue salut sama orang-orang yang belum terkenal trus bisa bikin buku keren, film-film pendek yang mantep, lagu-lagu hits, yang semua orang suka. Itu berarti mereka menyelami hal yang mereka buat, dimana secara ga langsung itu bikin mereka ahli dalam hal yang mereka sukai.

Because it's cool to be the specialist of what you love.

Selasa, 22 April 2014

Lone.

Udah beberapa minggu ini gue nonton film yang related sama 'perpisahan'.
You Are The Apple of My Eye, Hello Stranger, salah satu episode Glee...
Pas filmnya udahan gue selalu hampir nangis. Hampir.

Ya kan sekarang gue dalam kondisi yang kaya gitu juga. Senior year, perpisahan, satu-satu orang yang jadi soulmate gue pergi dengan caranya masing-masing.
Kan jadi sedih.
Bersamaan dengan kesedihan itu, gue dihadapkan dengan satu kenyataan, yaitu...

Walaupun sekarang kita ga bener-bener sendirian, tapi pada akhirnya, kita akan sendirian. Dan kita harus menerima kesendirian itu.
Orang-orang yang kita sayangi, orang tua, sahabat, mereka akan pergi dengan alasan masing-masing yang mungkin bisa aja ga masuk akal.
Tapi karena kita sayang, ya kita maklumin aja. Membiarkan mereka menempuh hidup yang baru.

Lalu akhirnya kita menjalani hidup kita sendiri. Kuliah, kerja, ngeraih cita-cita, kemudian seiring berjalannya waktu kita ketemu jodoh, punya anak, tambah tua, dan akhirnya satu-satu orang yang kita cintai pergi.. dari dunia ini.

Inilah salah satu hal yang gue takutkan ketika gue menjadi orang dewasa.
Gue takut ga bisa menerima kesendirian itu.

Senin, 21 April 2014

12 IPA 2.

19 Agustus 2013.
Hari pertama gue belajar bareng 12 IPA 2 di sekolah.
Tenang, sepi..
Masih pada malu-malu.

19 Desember 2013.
Hari-hari terakhir di semester 5.  Menandakan bahwa semester final akan dimulai, bersamaan dengan Ujian Praktek, UAS, dan tryout-tryout yang ga penting, sebelum akhirnya ketemu sama Ujian Nasional. Tapi 12 IPA 2 belum sepenuhnya sadar kalo semua ini penting. Kita masih aja ketawa-ketawa, ngomongin apa yang ga perlu diomongin. Dikiranya UN masih dua atau tiga tahun lagi.

19 April 2014.
3 hari setelah Ujian Nasional. Keadaan jadi sepi lagi. Kembali ke hidup masing-masing. Gaada lagi yang teriak-teriak ngeledekin Riska, Arrum, Bara, Marsekal, Anneke. Gaada lagi yang ribut sama Yeni gara-gara rebutan stopkontak. Gaada lagi yang ngukur-ngukur tinggi badan di tembok. Gaada lagi yang pindah tempat duduk semaunya sendiri pas lagi pelajaran.

Walaupun sepi, kita masih temen kan? Masih 12 IPA 2 yang berisiknya kedengeran sampe ruang guru kan?
Gue harap begitu.

Biarkan gue mengenang orang-orang ajaib yang ada di IPA 2.

Ada Nurisya, temen sebangku yang pengertian setengah mati. Jangan pernah nyerah untuk dapetin apa yang Nui mau ya. Kita gapernah bener-bener sendirian, Nui :") Rahasia Aul aman di Nui yaa.

Trus ada Amel sama Moudy, yang satu hobi banget ngordinir kelas, yang satu pendiem tapi pasti joget kalo denger lagu 2NE1. Mel, Mou, makasih udah mau melengkapi Fantastic Four, kerja bareng pas ujian praktek seni, kompak rajin tiap pelajaran fisika. You guys were the greatest partner ever. Jangan takut untuk jadi beda dari yang lain yah, Mel. And see you at Hagia Sophia in the future, Mou!

Lalu ada Arrum!! Teman seperjuangan gue dalam mengejar cita-cita, sohib kalo lagi galauin kuliah, cewek penuh semangat. Kita harus keep spirit yah, Rum!!! Inget kata Aa Sabda rum, kita bisa, kita cerdas, kita ga males. Gapapa jomblo, yang penting masuk PTN, rite??

And here they come, Hafiz dan Ilham. Cowok baik-baik, my best brothers. Tapi pada gatau aja mereka ini aslinya bawel kaya cewek. Heh bros, if you ever read this, jangan mikirin cewek mulu. Gausah sering-sering olahraga, cewek bisa ilfil liatnya hahahahaha becanda ding. Sering-sering curhat ya! Sampai jumpa di masa depan dengan istri impian kalian masing-masing hahahay. Btw, kapan kita main bareeng?? :>

Abis itu ada Marsekal dan Khoolish. Teman seperbolaan. Kalo udah ngomongin bola sama dua orang ini bakal susah berhentinya. Buat Marsekal, makasih ya udah mau digangguin buat ngerjain soal kalo lagi nganggur hehehe. Semangat ngejar ITB nya yah, om-om!!!

Dan untuk para badut kelas, Arif, Ferdy, Bara, Deden, gue yakin, entah itu lewat AKA, teknik mesin, Akpol, atau ITB, kalian pasti bisa sukses. Walaupun sehari-hari kalian susah serius, tapi jangan pernah becanda buat ngeraih cita-cita, oke?

Terakhir gue pengen ngasih ucapan terima kasih khusus buat Seta dan Diaz. Makasih udah nunjukin kalo, ga semua orang baik itu baik, dan ga semua orang buruk itu buruk. Sukses terus ya bro!

Untuk yang ga disebutin, Nuy, Gulardi, Cibow, Wahyudin, Cici, Nurul, Eva, Risma, dan cewek-cewek imut barisan sebelah, janji yah kita bakal ketemu lagi dengan kesuksesan masing-masing :)

Makasih buat 9 bulannya. Aul bakal kangen banget sama kalian.
We may get old, but the fact is we are never really growing up.
See you in the future!

Minggu, 20 April 2014

Morning Sickness

I reach the highest level of missing someone at the moment.
I feel the emptiness inside of me, bittersweet.
No, it's not about meet and have a lot of talk while drinking vanilla latte.
It's about finding out if you were okay.

It doesn't matter if you love someone else,
What does matter is we still a good mate.
Though after we say goodbye, we still give each other a hi.
That's all I really want.

Am I good enough for a friend?
Have you ever caught me rushing in your brain?
Do I even have a meaning to you?

Am I worth to be missed?

Jumat, 18 April 2014

A Post about The Hiatus

Senang rasanya bisa balik lagi, nulis disini, setelah sebuah hiatus yang memaksa gue buat mengerahkan segala kekuatan otak, mental, fisik, dan waktu (baca: UN). I have a lotta things to tell you! I have no idea what must come first... Kondisi gue hari ini dulu aja kali ya...

Gue baru aja bangun dari hibernasi yang paling mantep. Dari jam 11 sampe jam 4 sore, asli asik banget.

Ini adalah hari kedua dari rangkaian libur panjang gue tepat setelah Ujian Nasional. Kemarin gue udah ngebolang asik sama Arruum, temen sekelas. We watched Captain America: The Winter Soldier, get ourselves starstrucked by his charming look, walked around a book store, and got home with a lot of bruises all over our legs (baca: lecet). Fun!

Mau cerita dikit tentang UN. UN gue yang ketiga ini unik, karena menurut gosip soal-soalnya itu standar internasional. Dan gue, sebagai objek percobaan pemerintah, cuma bisa berdoa dan belajar sebisa gue. Karena gue gak tau belajar standar internasional itu kaya gimana.
Tapi yaudahlah, yang lewat ya lewat. Disesali kaya gimana juga gabakal mundurin waktu dan gabakal bikin soal UN nya jadi lebih mudah.

Syukur Alhamdulillah gue panjatkan kepada Allah swt. karena udah ngasih anugrah yang menurut gue gaada gantinya, yang mengambil peran besar dalam perkembangan mental gue selama perjuangan menuju 'perang 3 hari' kemarin:
1. Mama-Papa.
2. Eno, Kiki, Mira, Wafa, Ranny, Alya, Kent.
3. 12 IPA 2.
Udah ga perlu ditanya lagi kenapa gue harus bersyukur punya orang tua kaya Mama-Papa. Doa mereka yang infinity itu sumber 'energi' utama gue buat UN. Kemudian 7 cewek itu. Mereka udah kaya 'charger'. Selalu bawa kebahagiaan kapanpun dan dimanapun orang-orang nyebelin mengganggu hidup gue. Gara-gara mereka gue optimis nilai UAS matematika gue gede, karena mereka ngajakin gue belajar bareng sampe magrib.
Trus 12 IPA 2...
God I don't know what to say about these crazy-yet-irreplaceable kids. Gonna make another post about em later.

Kelas 12 ini seru banget. Udah kaya ftv. Nangis, ngakak, naksir orang, patah hati, kesel, marah, kerasa semua. Bikin gue jadi lebih hidup, terutama di umur gue yang 17 ini. Pokoknya masa SMA itu berharga. Bermakna. Terutama untuk diri sendiri. Salah satu momen yang menyatakannya adalah, tiap gue dapet tugas setumpuk, terus gue bisa beresin semuanya sesuai rencana, it feels really good. Menunjukkan kalo gue bisa tanggung jawab. Masa SMA itu masa yang mendewasakan.

Setelah posting gue yang terakhir, gue menjalani serangkaian ujian tanpa henti buat syarat kelulusan dari SMA. Dan untuk menghindari tekanan, gue baca buku yang gue pinjem dari Moudy. Judulnya Inferno, karya Dan Brown. A book that I think you guys should read. Buku ini keren banget. 4 jempol buat imajinasi Dan Brown yang keliatannya ngaco tapi aslinya berkelas. Abis itu gue sempet enek banget sama materi kimia karbon. Isomer, alkohol, aldehid, ester. Tapi untunglah 12 IPA 2 membuat itu semua terlihat enak. Kaya ikan tongkol di balado, pake nasi.

Semuanya (agak) berubah ketika negara api menyerang (baca: semester 6). Yang tadinya tiap hari becanda, tiba-tiba jadi ngomongin kuliah terus-terusan. Saling tanya, lo mau jadi apa, mau lanjut sekolah kemana, apa aja yang harus kita tempuh untuk dapet semua itu, trus juga jadi makin sering belajar bareng, diskusi soal, saling motivasi satu sama lain. Bikin gue makin sayang sama orang-orang itu. Di kelas 12 ini gue juga jadi kenal sama musik indie dan EDM. Thanks buat Seta yang udah share lagu-lagu Camera Obscura, Payung Teduh, WSATCC, bikin kuping gue lebih adem hahahaha.

Abis itu, love life? Hahaha, biasa lah. Bertepuk seperempat tangan. Gue naksir dia, dianya naksir orang lain. Tapi ya namanya juga Aulia Khoirunnisa Fajri, ga peduli kaya gimana kondisinya tetep aja modus-modus.

Klise, tapi somehow lebih kerasa nyelekit waktu tau dia suka sama orang lain. Mungkin karena doi deket banget ama gue. Susah ngerelainnya. Tapi gue juga gamau ngaku. Gue gamau peristiwa yang udah pernah kejadian keulang lagi. Siapa orangnya? Selamat menebak :)

Jadi inget film August Rush. Disitu bapak-ibunya August yang kepisah jauh banget akhirnya ketemu dan sama-sama nonton konser anaknya. Which means, kalo jodoh ya ga bakal kemana-mana.

Aku maunya jodoh sama kamu. Kamu jangan kemana-mana yah. *ngomong sama poster Bigbang*

Setelah ini, rencananya gue mau kuliah di jurusan Statistik. Entah di IPB, UGM, atau STIS. Gue daftar ke tiga-tiganya. Semoga keinginan gue ini tercapai dan membawa gue ke cita-cita yang lebih besar: keliling dunia. Mohon doanya ya :)

Banyak hal yang pengen gue lakukan abis UN. Salah satunya warnain rambut. Tapi gara-gara ada tetangga yang nge-cat rambut terus gak rajin ke salon abis itu warna rambutnya jadi aneh, gue jadi mikir dua kali. Dan untuk memenuhi hasrat gue sebagai fangirl, gue pengen beli lightstick Bigbang yang bisa kedip-kedip sesuai beat lagu. Beberapa judul buku kaya 1Q84 dan Bumi juga minta dibeli banget. Tapi kondisi kantong gue... ah sudahlah.

Kalo ditanya, jujur, masih belom siap ninggalin semua ini. 7 cewek itu, 12 IPA 2, SMA 7 Bogor, Bu Revi, Mang Feri, Bu Minarti, krupuk kulit Umi, Bidin, musola 7, lapangan belakang, kandang, Pa Jae, Pa Adi, seakan Allah sengaja nyatuin mereka biar jadi latar yang keren banget buat sejarah hidup gue. Gue belum mau pisah sama mereka.
Sayangnya rencana Allah ga begitu.

To a man in another part of this universe...
I just want to remind you that, after this emotional farewell, you still have me. As your good listener, your place to tell stories, your place to ask for help, your best bro. I hope I could see you again in the future, laughing with your dream girl, living a wonderful life.
Uhibbuka fillah.

"'Cause all of me, loves all of you.
Love your curves and all your edges,
all your perfect imperfections."
- All of Me by John Legend