Senang rasanya bisa balik lagi, nulis disini, setelah sebuah hiatus yang memaksa gue buat mengerahkan segala kekuatan otak, mental, fisik, dan waktu (baca: UN). I have a lotta things to tell you! I have no idea what must come first... Kondisi gue hari ini dulu aja kali ya...
Gue baru aja bangun dari hibernasi yang paling mantep. Dari jam 11 sampe jam 4 sore, asli asik banget.
Ini adalah hari kedua dari rangkaian libur panjang gue tepat setelah Ujian Nasional. Kemarin gue udah ngebolang asik sama Arruum, temen sekelas. We watched Captain America: The Winter Soldier, get ourselves starstrucked by his charming look, walked around a book store, and got home with a lot of bruises all over our legs (baca: lecet). Fun!
Mau cerita dikit tentang UN. UN gue yang ketiga ini unik, karena menurut gosip soal-soalnya itu standar internasional. Dan gue, sebagai objek percobaan pemerintah, cuma bisa berdoa dan belajar sebisa gue. Karena gue gak tau belajar standar internasional itu kaya gimana.
Tapi yaudahlah, yang lewat ya lewat. Disesali kaya gimana juga gabakal mundurin waktu dan gabakal bikin soal UN nya jadi lebih mudah.
Syukur Alhamdulillah gue panjatkan kepada Allah swt. karena udah ngasih anugrah yang menurut gue gaada gantinya, yang mengambil peran besar dalam perkembangan mental gue selama perjuangan menuju 'perang 3 hari' kemarin:
1. Mama-Papa.
2. Eno, Kiki, Mira, Wafa, Ranny, Alya, Kent.
3. 12 IPA 2.
Udah ga perlu ditanya lagi kenapa gue harus bersyukur punya orang tua kaya Mama-Papa. Doa mereka yang infinity itu sumber 'energi' utama gue buat UN. Kemudian 7 cewek itu. Mereka udah kaya 'charger'. Selalu bawa kebahagiaan kapanpun dan dimanapun orang-orang nyebelin mengganggu hidup gue. Gara-gara mereka gue optimis nilai UAS matematika gue gede, karena mereka ngajakin gue belajar bareng sampe magrib.
Trus 12 IPA 2...
God I don't know what to say about these crazy-yet-irreplaceable kids. Gonna make another post about em later.
Kelas 12 ini seru banget. Udah kaya ftv. Nangis, ngakak, naksir orang, patah hati, kesel, marah, kerasa semua. Bikin gue jadi lebih hidup, terutama di umur gue yang 17 ini. Pokoknya masa SMA itu berharga. Bermakna. Terutama untuk diri sendiri. Salah satu momen yang menyatakannya adalah, tiap gue dapet tugas setumpuk, terus gue bisa beresin semuanya sesuai rencana, it feels really good. Menunjukkan kalo gue bisa tanggung jawab. Masa SMA itu masa yang mendewasakan.
Setelah posting gue yang terakhir, gue menjalani serangkaian ujian tanpa henti buat syarat kelulusan dari SMA. Dan untuk menghindari tekanan, gue baca buku yang gue pinjem dari Moudy. Judulnya Inferno, karya Dan Brown. A book that I think you guys should read. Buku ini keren banget. 4 jempol buat imajinasi Dan Brown yang keliatannya ngaco tapi aslinya berkelas. Abis itu gue sempet enek banget sama materi kimia karbon. Isomer, alkohol, aldehid, ester. Tapi untunglah 12 IPA 2 membuat itu semua terlihat enak. Kaya ikan tongkol di balado, pake nasi.
Semuanya (agak) berubah ketika negara api menyerang (baca: semester 6). Yang tadinya tiap hari becanda, tiba-tiba jadi ngomongin kuliah terus-terusan. Saling tanya, lo mau jadi apa, mau lanjut sekolah kemana, apa aja yang harus kita tempuh untuk dapet semua itu, trus juga jadi makin sering belajar bareng, diskusi soal, saling motivasi satu sama lain. Bikin gue makin sayang sama orang-orang itu. Di kelas 12 ini gue juga jadi kenal sama musik indie dan EDM. Thanks buat Seta yang udah share lagu-lagu Camera Obscura, Payung Teduh, WSATCC, bikin kuping gue lebih adem hahahaha.
Abis itu, love life? Hahaha, biasa lah. Bertepuk seperempat tangan. Gue naksir dia, dianya naksir orang lain. Tapi ya namanya juga Aulia Khoirunnisa Fajri, ga peduli kaya gimana kondisinya tetep aja modus-modus.
Klise, tapi somehow lebih kerasa nyelekit waktu tau dia suka sama orang lain. Mungkin karena doi deket banget ama gue. Susah ngerelainnya. Tapi gue juga gamau ngaku. Gue gamau peristiwa yang udah pernah kejadian keulang lagi. Siapa orangnya? Selamat menebak :)
Jadi inget film August Rush. Disitu bapak-ibunya August yang kepisah jauh banget akhirnya ketemu dan sama-sama nonton konser anaknya. Which means, kalo jodoh ya ga bakal kemana-mana.
Aku maunya jodoh sama kamu. Kamu jangan kemana-mana yah. *ngomong sama poster Bigbang*
Setelah ini, rencananya gue mau kuliah di jurusan Statistik. Entah di IPB, UGM, atau STIS. Gue daftar ke tiga-tiganya. Semoga keinginan gue ini tercapai dan membawa gue ke cita-cita yang lebih besar: keliling dunia. Mohon doanya ya :)
Banyak hal yang pengen gue lakukan abis UN. Salah satunya warnain rambut. Tapi gara-gara ada tetangga yang nge-cat rambut terus gak rajin ke salon abis itu warna rambutnya jadi aneh, gue jadi mikir dua kali. Dan untuk memenuhi hasrat gue sebagai fangirl, gue pengen beli lightstick Bigbang yang bisa kedip-kedip sesuai beat lagu. Beberapa judul buku kaya 1Q84 dan Bumi juga minta dibeli banget. Tapi kondisi kantong gue... ah sudahlah.
Kalo ditanya, jujur, masih belom siap ninggalin semua ini. 7 cewek itu, 12 IPA 2, SMA 7 Bogor, Bu Revi, Mang Feri, Bu Minarti, krupuk kulit Umi, Bidin, musola 7, lapangan belakang, kandang, Pa Jae, Pa Adi, seakan Allah sengaja nyatuin mereka biar jadi latar yang keren banget buat sejarah hidup gue. Gue belum mau pisah sama mereka.
Sayangnya rencana Allah ga begitu.
To a man in another part of this universe...
I just want to remind you that, after this emotional farewell, you still have me. As your good listener, your place to tell stories, your place to ask for help, your best bro. I hope I could see you again in the future, laughing with your dream girl, living a wonderful life.
Uhibbuka fillah.
"'Cause all of me, loves all of you.
Love your curves and all your edges,
all your perfect imperfections."
- All of Me by John Legend