Selasa, 08 Juli 2014

New Routine.

30 Juni 2014.
Hari pertama kuliah di semester matrikulasi.

Oh hai! Belum kenalan (lagi) nih kita...

Gue Aul, mahasiswi teknik komputer Diploma IPB.

Iya gue masuk Diploma. Awalnya sempet kecewa, tentu saja sama diri gue sendiri. Karena gue harusnya bisa lebih dari ini. Tapi semakin hari, semakin banyak alasan yang Allah tunjukkan kenapa gue masuk Diploma. Pertama, program Sarjana itu kudu asrama. Mamah gue bilang gue bukan orang yang bakal survive jauh dari perawatan seorang nyokap. Kedua, materi matrikulasi. Materi matriks Diploma aja berat, apalagi kalo gue masuk Statistika atau Biologi di Sarjana. Mana puasa lagi kan. Dan alasan yang terakhir dan terutama, lulusan Diploma diarahkan buat kerja. Which is my wish. Semakin cepet gue dapet gaji, semakin banyak daerah dan negara yang gue kunjungi. See what I did there? Yap, go abroad. My ultimate dream.

Matrikulasi itu apa sih? Matrikulasi itu semacam program semester kilat gitu deh. Beda sama semester reguler, disini gue cuma belajar 2 mata kuliah, fisika dan aplikasi komputer. Masing-masing ada praktikumnya. Jadi tiap pertemuan (3 kali seminggu) gue kuliah dan praktikum 2 matkul itu. Kilat kan? Jelas. Sekali pertemuan 12 jam. Gue masuk kelas A, dan kelompok praktikum 2, yang mana nanti kelompok praktikum itu dipecah lagi jadi grup-grup kecil. Kalo di semester ini gue ga dapet C, gue ga perlu ikut 2 matkul ini di semester reguler.

Hari pertama gue praktikum fisika dulu, di lab (obviously). Tulisan di jadwal mengatakan Praktikum 1 jam 7, dan Praktikum 2 jam 9. Gue pikir gue ikut dua-duanya, jadi berangkatlah gue dengan jumawa jam 7. Naek motor. Begitu sampe di kampus, ternyata gue kebagian jam 9. Karena Praktikum 2 itu maksudnya 'Praktikum kelompok 2', bukan 'praktikum yang kedua'. Jadi gue nunggu dua jam di depan loket akademik sambil ngantuk gegara banyak angin. Gapapa.

Meet my group. Grup praktikum gue ada 4 orang, dan gue cewek sendiri, bareng Restu, Barli, dan Nanang. Di kelompok praktikum gue ceweknya cuma 6. 22 orang lainnya cowok. Sistem praktikumnya adalah ngikutin apa yang buku petunjuk katakan. Jadwalnya, materinya, format laporannya, semua ada disitu. Sebelum praktikum bakal ada kuis seputar praktikumnya. Trus bikin bagian pendahuluan sama metodologinya udah harus dari rumah, jadi hari itu tinggal ngolah data, abis itu kumpulin deh. Kedengerannya simpel, tapi yang bikin ribet adalah percobaannya itu kadang harus diulang sampe 8 kali, bahkan 10 kali. Dan objek percobaannya bisa dua atau tiga. Jadi bikin tabelnya kadang 3 atau 4. Misalnya ngitung koefisien gesek dari 2 benda, diulang 8 kali. Untuk di hari pertama, gue cuma disuruh ngolah datanya doang. Tapi lumayan keteteran karena walaupun cuma ngukur pake jangka sorong, tapi harus diulang 8 kali dan skala utama dan skala noniusnya kudu dijabarin. Ah sudahlah. Abis ini, praktikum aplikasi komputer. Ya macem belajar TIK gitu deh, tapi disini gue harus tau setiap detail dari sebuah aplikasi. Misalnya, gue sekarang lagi belajar Ms. Word. Gue harus tau setiap ikon yang ada disitu tuh buat apa. Dan setelah ini, masuk kelas. Kuliah fisika, trus kuliah aplikom. Menjelang Maghrib, pulang deh. Begini terus sampe nanti UTS tanggal 19 Juli. Wish me luck, people.

Gimana temen-temennya ul?
Kalo boleh jujur, pulang hari pertama gue nangis di rumah. Gue merasa susah banget beradaptasi sama lingkungan yang sekarang. Entah mereka yang terlalu malu atau gue yang terlalu terbuka. Lebih lagi waktu gue liat ternyata mereka attach banget sama gadget. Gue yang notabene hapenya gembel, merasa dikucilkan. Pengennya di rumah aja, gamau kuliah. Tapi abis curhat sama Allah, gue jadi bisa tenang lagi, nyadar bahwa gue harus melakukan ini untuk orang tua gue, dan tentunya untuk mewujudkan mimpi super besar gue di masa depan. Hasilnya, Alhamdulillah semakin kesini gue semakin terbiasa, dan ajaibnya mereka ternyata orang-orang yang ramah dan bisa diajak kerjasama.

Hari ini gue lagi libur. Dan hari ini gue menyadari, bahwa sebenarnya gue gak punya masalah apa-apa dalam beradaptasi...
Tapi gue punya masalah dalam melupakan masa lalu.