Minggu, 03 Februari 2013

Antara Menang dan Kalah.

Apa hubungan yang paling erat antara menang dan kalah? Gelar.

Dan gelar menunjukkan status. Apakah kamu pantas untuk dikenal atau tidak.

Kita bisa dapet gelar darimana aja. Tapi gelar yang paling berpengaruh dan gelar yang paling diakui, adalah gelar dari prestasi.

Buat dapetin prestasi kita harus usaha keras. Ngerelain materi, waktu, dan tenaga. Ga itu doang, kita butuh dukungan.

Kalo dukungannya biasa aja, ya efeknya bakal biasa aja. Kalo dukungannya maksimal, tentu bisa ngasih energi positif. Kalo dukungannya asal, ya ga bakal bikin kita semangat, bakal jadi percuma.

Tuhan itu adil. Dia gak ngasih kemenangan dan kekalahan ke orang yang itu-itu aja. Dia juga pasti ngasih alasan yang kuat biar bisa nunjukkin bahwa orang yang dapet gelar itu emang pantas mendapatkannya.

Lawan yang baik adalah lawan yang menghormati. Ketika rivalnya menang, mereka akan memberi selamat, berlapang dada, instrospeksi diri, tapi tidak larut dalam kesedihan. Ketika rivalnya kalah, mereka akan memuji, dan memberi semangat. Tidak ada kata-kata dan sikap buruk yang terlontar, seperti anak kecil.

Ketika kamu menang dan besar kepala, itu sama saja dengan kamu menurunkan harga diri kamu, yang awalnya sudah tinggi karena prestasi yang telah kamu capai.

Ketika kamu kalah dan kamu mengejek lawan, itu sama saja dengan kamu meminta orang lain untuk menurunkan harga diri kamu yang sudah rendah. Udah jelek, tapi masih mengolok orang lain.

Efek dari kedua potret tadi sama, orang akan menganggap kamu tidak tahu diri.

Jadilah pemenang yang baik. Yang tidak banyak omong dan terus mempertahankan prestasi. Dan jika kalah, berusaha untuk memperbaiki diri tanpa menyalahkan orang sekitar, maupun keadaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar