Minggu, 20 Oktober 2013

17: Restart.

18 Oktober tahun ini Aul menginjak umur yang ke 17.
Umur yang menyenangkan bagi sebagian orang, umur yang kerap kali dirayakan.

Sebut gue orang aneh atau freak dan sejenisnya,
tapi kalo itu tentang ulang tahun gue, gue sedih.
Sedih inget dosa.

Lebay kedengerannya, karena semua orang juga pasti kaya gitu tapi tetep bisa ngerayain dengan bahagia. But not for me.

Dosa yang paling kepikiran adalah dosa karena gue ngerasa belom membahagiakan orang tua gue di trimester awal kelas 12.
Gue ngerasa belom menguasai pelajaran secara maksimal. Kalo ulangan suka nge blank, padahal harusnya bisa.
So I guess I don't deserve any gifts.

Tahun ke-17 ini pengen gue jadiin titik nol, dimana semua dimulai lagi. Mulai nyusun strategi, nyusun rencana, gimana caranya biar belajarnya bener, teratur, biar ngerti pelajaran, biar bisa dapet fakultas dan jurusan yang dipengenin, biar bisa nyenengin orang tua. Mulai fokus mikirin masa depan, mulai motivasi diri sendiri... karena dari sinilah kehidupan Aul yang sebenarnya akan dimulai.
Makanya gue gamau terlalu bersenang-senang.

Alhamdulillah gue panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena Ia telah menghadiahkan gue orang-orang yang superdupermegaultra baik, peduli, dan menyayangi gue tanpa pamrih. I thank God for my mom, dad, and my crazy-yet-irreplaceable friends with their wild ideas every single day. Mereka inget ulang tahun gue aja, itu merupakan sesuatu yang layak dibalas. Apalagi sampe ngucapin, ngasih kado, bahkan sampe bikin surprise segala. Even if it's late.

That's why, thank you.
Maaf udah bikin 18 Oktober kalian jadi lebih repot dari 18 Oktober-18 Oktober sebelumnya. Semoga Allah membalas semua kebaikan yang kalian lakukan. Maaf Aul ga pernah bisa bales tepat waktu.





Maybe it's just a simple gift,
but I will always remember the way you guys give it.

Thank you. All the way from Bojonggede.
To Eno Khairunnisa, Gita Yuliana, Nurisya Febrianti, Dhea Rifa, Dida Syarifa, and Shafira Fauzia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar