Rumah adalah tempat yang paling mengerti, walaupun ia diam.
Rumah selalu menerima bagaimanapun keadaan tuannya,
tidak pernah mengeluh seburuk apapun pemiliknya.
Rumah akan selalu membuka pintu,
walaupun entah kapan yang punya akan pulang.
Dia akan selalu mencoba untuk bertahan melawan panas dan badai,
menunggu tuannya dari bepergian yang tak kunjung usai.
Apa mungkin manusia punya dua rumah?
Itu tidak akan pernah adil untuk rumah yang kedua.
Tapi bukankah rumah selalu rela?
Lantas, rumah bisa apa?
Aku hanya berpikir pantaskah aku menjadi rumah untukmu.
Menyaksikan tawamu, mengobati lelahmu,
memperhatikan setiap gerakmu,
melindungimu,
dalam bisu.
Tempat yang kau tuangi cerita,
yang akan meresapinya.
Aku berpikir, pantaskah aku membuatmu nyaman?
Walau hanya dengan senyum penuh keheningan?
Ah, apa mungkin manusia punya dua rumah?
Lantas, aku bisa apa?
Ini, terima pesanku.
Rawatlah rumahmu.
Dialah yang menyimpan semua sejarahmu.
Aku hanyalah rumah baru,
yang akan menunggumu tiba,
menyambutmu dengan hampa,
melindungimu dengan cara yang ku bisa,
memberimu lega.
Aku mungkin tidak bisa membuatmu betah.
Namun sebelum kamu menentukan arah,
maukah kamu singgah?
"... So hey..
She's waiting for you..
And I know for sure,
you're falling once again for a good time..."
Ye Good Ol' Days - White Shoes & The Couples Company
Tidak ada komentar:
Posting Komentar